Postingan

Ananda Ashghar, Dari Aduk Semen ke AutoCAD

Gambar
بسم الله الر حمن الر خيم Bagi anak laki-laki kelas 7, belajar Matematika dan Sains di balik meja mungkin terasa biasa. Namun, di Flexischool PBD , kami percaya bahwa kecerdasan intelektual harus beradu dengan ketangguhan fisik. Ini sedikit cerita magang Abang Ashghar di proyek pembangunan rumah kost, yang dimentori langsung oleh mamanya (seorang praktisi Teknik Sipil). 1. Ground Zero: Mengapa Harus Mengaduk Semen? Meski memiliki bakat menonjol di bidang sains, matematika, dan English, abang Ashghar tidak melulu diajak duduk di depan kertas ataupun komputer. Ia memulai dari "nol": Mengayak pasir dan mengaduk semen . Belajar teknik plester dinding yang presisi. Tujuannya? Membangun endurance (daya tahan). Kami ingin ia merasakan beratnya material sebelum ia menggambar strukturnya. Seorang engineer masa depan harus tahu rasanya keringat di lapangan agar tidak menjadi pemikir yang manja. Mengutip arahan sang Mama, setiap pengalaman adalah pembelajaran yang nantinya akan men...

AYO MAIN! Inverted Monkey Crawl

Gambar
 بسم الله الر حمن الر حيم Ternyata, gerakan merayap terbalik di tangga monyet bukan sekadar aktivitas fisik biasa. Di baliknya, terdapat stimulasi saraf pusat yang sedang bekerja keras membangun fondasi agar anak siap belajar secara akademis.  Pernahkah Ayah Bunda melihat ananda asyik bergelantung terbalik, merayap mundur di tangga melengkung? Di dunia calisthenics , gerakan ini disebut Inverted Monkey Crawl . Bagi anak-anak, ini adalah tantangan yang seru, namun bagi perkembangan otak mereka, ini adalah "nutrisi" yang luar biasa. Di Flexischool PBD , aktivitas di luar kelas dilihat sebagai bagian integral dari proses belajar. Mari kita bedah rahasia di balik gerakan ini menggunakan pendekatan Piramida Belajar (The Pyramid of Learning) . 1. Memperkuat Fondasi Terbawah: Sistem Sensori Gerakan menggantung terbalik memberikan stimulasi pada tiga indra utama yang menjadi dasar piramida belajar: Sistem Vestibular (Keseimbangan): Melatih fokus dan kestabilan otak agar anak tidak m...

Makin "Tega" - Makin Sayang, Repot Sekarang - Santai Kemudian

Gambar
بسم الله الرحمن الرحيم “Dek, bangun, nanti kamu terlambat lagi." “Kak, tugas matematika sudah selesai?”  “Ayo, jangan lupa taruh baju kotor di tempatnya!” Pernah merasa lelah karena harus terus-menerus menjadi ‘alarm’ berjalan untuk ananda? Bagi orang tua di jenjang TK hingga SD kelas rendah 1-2-3 termasuk orang tua dari para Ananda Berkebutuhan Khusus (ABK) di Flexischool PBD, kerepotan ini adalah makanan sehari-hari karena keterlibatan orangtua masih sangat tinggi, mulai dari melatih rutinitas pagi hingga memastikan tugas-tugas rumah tuntas. Rasanya setiap detail aktivitas dan tugas harian masih harus kita dampingi, kita arahkan, bahkan terkadang kita yang sibuk sendiri. Mungkin sering kali muncul pertanyaan di benak kita: “Sampai kapan harus se-repot ini?” Kabar baiknya, penelitian pendidikan menunjukkan bahwa kerepotan kita hari ini adalah sebuah investasi besar . Jika kita konsisten melatih kemandirian ananda sekarang, kita akan “panen santai” saat mereka menginjak jenjang SM...

Keterampilan Gerak Dasar, Lebih Dari Sekadar Bermain.

Gambar
بسم الله الر حمن الر حيم Pernahkah Ayah Bunda memperhatikan bagaimana seorang anak belajar membaca? Mereka mulai dari mengenal huruf, lalu suku kata, hingga akhirnya lancar membaca kalimat. Nah, dalam dunia fisik, proses ini disebut Fundamental Movement Skills (FMS) atau Keterampilan Gerak Dasar. Banyak yang menganggap gerak adalah hal alami yang akan "bisa sendiri". Padahal, FMS adalah "alfabet fisik" yang harus diajarkan dan diasah agar anak memiliki fondasi yang kuat untuk hidup sehat dan percaya diri. Apa Itu FMS dan Mengapa Penting? Secara garis besar, FMS mencakup tiga pilar: Lokomotor: Berlari, melompat, dan berjingkat. Stabilisasi (Keseimbangan): Menekuk, meregang, dan berdiri di satu kaki. Manipulatif: Melempar, menangkap, dan menendang. Penelitian dalam jurnal Sports Medicine menyebutkan bahwa anak yang menguasai FMS memiliki peluang jauh lebih besar untuk tetap aktif secara fisik hingga dewasa dibandingkan mereka yang melewatkan tahapan ini. Implemen...

Memerdekakan Bakat di Bawah Langit Luas

Gambar
 بسم الله الرحمن الر حيم Pemandangan anak-anak yang asyik belajar dengan perangkat digitalnya sambil duduk beralaskan rumput bukan sekadar pemandangan santai. Ini adalah perwujudan dari pendidikan yang menghargai fitrah. "Jangan menyeragamkan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa diseragamkan," pesan Ki Hajar Dewantara pada tahun 1940. Beliau menegaskan bahwa perbedaan bakat dan keadaan hidup setiap anak harus diperhatikan serta diakomodasi. ​Belajar Sesuai 'Pintu' Masing-Masing ​Senada dengan Bapak Pendidikan kita, ulama klasik Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Tuhfat al-Maudud mengingatkan para pendidik untuk jeli melihat bakat alami anak. Beliau berpesan agar kita tidak memaksakan seorang anak ke jalan yang bukan tabiatnya, karena hal itu hanya akan menghambat keberhasilannya. ​Begitu pula Imam Malik bin Anas yang meyakini bahwa Allah membagi-bagi "pintu amal" dan kesuksesan manusia sebagaimana Dia membagi rezeki. Ada anak yang unggul dalam s...

Menjaga Api Belajar Tetap Menyala: 3 Kunci Agar Anak Tidak Cepat Bosan

Gambar
Bismillah. Halo Ayah dan Bunda Sahabat Flexischool! Dalam perjalanan pendidikan mandiri atau flexischooling , ada satu tantangan yang pasti pernah kita hadapi bersama: Rasa Jenuh. Ada kalanya semangat anak (dan orang tuanya!) naik turun seperti roller coaster . Setelah jeda cukup lama dari pembaruan blog ini, Flexischool PBD ingin kembali dengan berbagi sedikit refleksi. Belajar bukan hanya soal menyelesaikan kurikulum, tapi tentang menjaga rasa ingin tahu tetap hidup. Berikut adalah 3 kunci sederhana yang sering diterapkan di Flexischool untuk menjaga semangat belajar tetap segar: 1. Ganti Suasana, Ganti Energi Jangan biarkan anak terpaku di meja yang sama setiap hari. Cobalah sesekali memindahkan "kelas" ke teras rumah, taman kota, atau bahkan perpustakaan umum.  Membaca buku pembelajarannya di balik selimut yang dijadikan tenda dengan ditemani lampu senter seperti berkemah juga akan memberi sensasi seru yang menyenangkan! Perubahan pemandangan seringkali memberikan oksige...

Minat Membaca Kalangan Mahasiswa Rendah?

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim. Dari penelitian minat membaca mahasiswa FIP UNY  ditemukan bahwa: Minat membaca mahasiswa FIP, secara umum termasuk dalam kategori rendah. Aktivitas mahasiswa dikampus adalah menunggu di depan kelas, hanya sebagian kecil mahasiswa yang memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku atau ke berkunjung ke perpustakaan.  Buku yang paling disukai mahasiswa FIP untuk dibaca adalah jenis buku-buku popular (buku politik, buku pelatihan, buku pendidikan popular, buku-buku motivasi) sedangkan untuk teks ilmiah kurang diminati aspek desain dan layout kurang menarik. Intensitas waktu yang diluangkan mahasiswa dalam membaca buku relatif rendah, yaitu kurang dari 1 jam tiap harinya bahkan ada yang tidak pernah sama sekali meluangkan waktu untuk membaca, kecuali menjelang ujian. Faktor yang menghambat mahasiswa dalam membaca, yang paling besar adalah berasal dari dalam diri mahasiswa yang ditunjukan dengan kebiasaan atau kegemaran membaca yang masih rendah. Bagaimana ...