Memerdekakan Bakat di Bawah Langit Luas
بسم الله الرحمن الر حيم Pemandangan anak-anak yang asyik belajar dengan perangkat digitalnya sambil duduk beralaskan rumput bukan sekadar pemandangan santai. Ini adalah perwujudan dari pendidikan yang menghargai fitrah. "Jangan menyeragamkan hal-hal yang tidak perlu atau tidak bisa diseragamkan," pesan Ki Hajar Dewantara pada tahun 1940. Beliau menegaskan bahwa perbedaan bakat dan keadaan hidup setiap anak harus diperhatikan serta diakomodasi. Belajar Sesuai 'Pintu' Masing-Masing Senada dengan Bapak Pendidikan kita, ulama klasik Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Tuhfat al-Maudud mengingatkan para pendidik untuk jeli melihat bakat alami anak. Beliau berpesan agar kita tidak memaksakan seorang anak ke jalan yang bukan tabiatnya, karena hal itu hanya akan menghambat keberhasilannya. Begitu pula Imam Malik bin Anas yang meyakini bahwa Allah membagi-bagi "pintu amal" dan kesuksesan manusia sebagaimana Dia membagi rezeki. Ada anak yang unggul dalam s...